Dalam sebuah acara di pusat pengembangan senjata nuklir Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di mana dia menyatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan bertindak dengan “segenap kekuatannya” terhadap aset militer Iran di Suriah,
Israel akan menentang kehadiran Iran di Suriah dengan “tekad” yang sama seperti ketika Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi gabungan Komprehensif (JCPOA).
Dalam upaya untuk mencegah militer Iran tetap di di Suriah,” Israel akan terus bertindak dengan tekad bulat dengan semua kekuatannya terhadap upaya Iran untuk menempatkan pasukan dan senjata canggihnya di Suriah, dan tidak ada kesepakatan antara Suriah dan Iran yang akan menakut-nakuti kami, dan tidak akan ada ancaman yang menakut-nakuti kami. ” Tegas Netanyahu
Pernyataan PM Israel ini mengacu pada telah dilakukannya penandatanganan perjanjian kerjasama militer baru antara Suriah dan Iran pada hari Senin (minggu lalu), yang diantaranya akan mengijinkan kelanjutan kehadiran penasehat militer Iran di Suriah.
Netanyahu menambahkan bahwa “siapa pun yang mengancam kita dengan kehancuran akan menemukan dirinya di bawah ancaman yang sama, dan mereka tidak akan berhasil.”
Komentar Netanyahu mengenai Iran di Suriah dikeluarkan disaat titik yang penting dalam konflik Suriah, disaat militer Suriah dan sekutu-sekutunya akan memulai serangan militer besar terhadap kubu terakhir yang tersisa dari oposisi “pemberontak” di provinsi Idlib, yang didominasi oleh Afiliasi Al Qaeda dan Front al-Nusra.





