Senin, 03 September 2018

IRAN KERAHKAN PULUHAN RUDAL BALISTIKNYA KE IRAQ

Filled under:

Iran telah mengirimkan  rudal balistiknya  ke proxy Syiahnya  di Irak dan juga mengembangkan kapasitas mereka  untuk mampu membuat lebih banyak rudal balistik sendiri di sana guna  mencegah ancaman  terhadap kepentingannya di Timur Tengah dan  untuk memukul ancaman musuh regionalnya, kata sumber sumber  diIran, Irak dan Barat.
Setiap tanda bahwa Iran sedang mempersiapkan kebijakan rudal yang lebih agresif di Irak,  akan memperparah ketegangan antara Teheran dan Washington, yang makin  meningkat oleh keputusan Presiden AS Donald Trump yang  menarik keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dengan beberapa kekuatan dunia itu.
Hal ini tentu  juga akan mempermalukan Prancis, Jerman dan Inggris, tiga Negara Eropa  penandatangan  kesepakatan nuklir itu, karena mereka telah mencoba menyelamatkan perjanjian tersebut meskipun ada sanksi baru AS terhadap Teheran.
Menurut tiga pejabat Iran, dua sumber intelijen Irak dan dua sumber intelijen Barat, Iran telah mengirim rudal balistik jarak pendek ke sekutunya di Irak selama beberapa bulan terakhir. Lima dari pejabat itu juga  mengatakan bahwa Iran juga membantu kelompok-kelompok itu untuk mulai membuat rudal sendiri.
“Logikanya, mereka akan memiliki  cadangan kekuatan jika Iran diserang,” kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters. “Jumlah misilnya tidak banyak, hanya beberapa lusin, tetapi bisa ditingkatkan jika diperlukan.”
Iran sebelumnya mengatakan bahwa   rudal balistiknya murni bersifat defensif. Pejabat Iran menolak berkomentar ketika ditanya tentang langkah terbaru itu. Pemerintah Irak dan militernya juga menolak berkomentar.
Rudal Zelzal, rudal Fateh-110 dan rudal Zolfaqar  (buatan Iran) diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 200 km hingga 700 km, ini menempatkan ibu kota Arab Saudi Riyadh atau kota  Tel Aviv diIsrael dalam jarak tembak jika senjata-senjata itu dikerahkan di Irak selatan atau Irak barat.
Pasukan Quds ,  adalah pasukan elit  Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang kuat yang  memiliki basis di kedua wilayah tersebut. Komandan Pasukan Quds Qassem Soleimani menjadi pengawas  program (pengerahan rudal keIraq) tersebut, kata ketiga sumber itu.
Negara-negara Barat  menuduh Iran telah mentransfer rudal dan teknologinya ke Suriah dan sekutu lainnya, seperti pemberontak Houthi di Yaman dan Hizbullah Lebanon.
Tetangga Iran, negara2 Muslim Sunni  dan musuh bebuyutannya Israel telah menyatakan keprihatinan atas  kegiatan regional Teheran itu,yang melihatnya sebagai ancaman terhadap keamanan mereka.
Para pejabat Israel tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar atas  transfer rudal Iran itu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Rabu bahwa siapa pun yang mengancam akan menghapus Israel “akan menempatkan diri mereka dalam bahaya yang sama”.